Sabtu, 09 April 2011

STATISTIKA (sem. II)

Pertemuan V

Dosen: Ir. Dibyo Susilo, MMT
Oleh: Ahmad Adnan R
NIM: 5105 111 024

Arti statistik
Penggunaan istilah "statistika" berakar dari istilah dalam bahasa latin modern "statisticum collegium" ("dewan negara") dan bahasa Italia "statista" ("negarawan" atau "politikus")

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan statistik dalam bahasa Jerman untuk kali pertama sebagai nama nama bagi kegiatan analisi data kenegaraan , dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)". Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data".

Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa statistika adalah suatu teori informasi, dengan penarikan kesimpulan sebagai tujuannya.

Tujuan statistika adalah untuk membuat kesimpulan tentangsuatu yang lebih luas (disebut populasi) berdasarkan keterangan yang ada pada sebagian contoh (disebut sampel) yang diambil dari populasi tersebut. Teori statistika adalah suatu teori informasi yang berhubungan dengan pasangan informasi, menentukan percobaan atau prosedur untuk pengumpulan data, dengan biaya minimal , dari sejumlah informasi tertentu, dan menggunakan informasi ini untuk membuat kesimpulan-kesimpulan. Pembuatan kesimpulan terhadap populasi yang tidak diketahui adalah prosedur yang terdiri atas dua langkah. Pertama, kita menentukan prosedur-prosedur penarikan kesimpulan yang cocok dari situasi yang dihadapi, dan kedua, kita mencari ukuran kecocokan dari kesimpuan yang dihasilkan.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar tentang bunga deposito rata-rata 12% setahun , tingkat inflasi rata-rata 9 % setahun dan seterusnya. Dalam arti sempit statistik (statistik deskriptif) berarti data ringkasan terbentuk angka dan fakta atau data kuantitatif  yang disajikan dalam bentuk-bentuk tabel, diagram, histogram, poligon, ogive, ukuran pemusatan, ukuran penyebaran, simpangan baku, korelasi dan regresi linear, misalnya adalah data atau keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlah, rata-rata umur, persentase yang buta huruf), dan sebagainya.

Dalam arti luas statistik juga disebut statistik induktif atau statistik probabilitas yang berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan menganalisa data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian.

Selain istilah diatas, ada pula istilah statistika matematis dan statistika praktis.
Statistika matematis adalah ilmu yang mempelajari asal-usul atau penurunan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus serta dapat diwujudkan kedalam model-model yang lain bersifat teoritas.

Statistika praktis adalah penerapan statistika matematis kedalam bidang ilmu lainnya.

Penerapan statistika

1. Bagi calon peneliti dan para peneliti.
2. Bagi pembaca.
3. Bagi pembimbing penelitian.
4. Bagi penguji skripsi, tesis atau disertasi.
5. Bagi pemimpin (menejer) dan administrator
    Sebagai alat untuk:
    - Pengumpulan data baik secara sensus maupun sampling.
    - Pengolahan atau analisis data.
    - Penyajian data dalam bentuk laporan manajemen.
    - Pengambilan keputusan atau perencanaa, dan
    - Evaluasi atau pengawasan antara data yang dilaporkan dengan penyimpangan di lapangan.
    - Melakukan pemecahan masalah manajerial dengan siklus.
6. Bagi ilmu pengetahuan.
    Statistika sebagai disiplin ilmu berguana untuk kemajuan ilmu dan teknologi.
    a. Deskripsi yaitu menggambarkan atau ,menerangkan data seperti mengukur dampak dan proses
        pembangunan melalui indikator-indikator ekonomi, tingkat inflasi dan sebagainya.
    b. Komparasi yaitu membandingkan data pada dua kelompok atau beberapa kelompok.
    c. Korelasi yaitu mencari besarnya hubungan data dalam suatu penelitian.
    d. Regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu terhadap yang lainnya.
    e. Komunikasi yaitu merupakan alat penghubung antar pihak berupa laporan data statistik atau
        analisis statistik.

Landasan kerja statistik

1. Varias
2. Reduksi
3. Generalisasi
4. Spesialisasi

Pengumpulan data
  1. Angket
  2. Angket terbuka
  3. Angket tertutup
  4. Angket terbuka tertutup
  5. Wawancara
  6. Wawancara terpimpin
  7. Wawancara bebas
  8. Wawancara bebas terpimpin
  9. Pengamatan
10. Dokumentasi

Metode pengumpulan data:
1. Metode sensus
2. Metode sampling

JENIS DATA

Jenis data secara garis besarnya dapat dibagi atas dua macam yaitu, data dikotomi dan data kontinum.
1. Data dikontomi
2. Data kontinum
    a. Data ordinal
    b. Data interval
    c. Data rasio

Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data kedalam beberapa kelompok dan kemudian dihitung baik banyaknya data yang masuk ke dalam kelas.
Distribusi frekuensi ada beberapa macam diantaranya:
1. Ditinjau dari jenisnya:
    a. Distribusi frekuensi numerik
    b. Distribusi kategorikal
2. Ditinjau nyata tidaknya frtekuensi:
    a. Distribusi frekuensi absolut
    b. Distribusi frekuensi relatif
3. Ditijau dari kesatuannya:
    a. Distribusi frekuensi satuan
    b. Distribusi frekuensi kumulatif

Distribusi Frekuensi Numerik dan Kategorikal
Yaitu distribusi frekuensi yang didasarkan pada data-data kontinum yaitu data yang berdiri sendiri dan merupakan satu deret hitung. Sedangkan yang dimaksud distribusi frekuensi kategorikal adalah distribusi frekuensi yang didasarkan pada data-data yang berkelompok.

Distribusi Frekuensi Absolute dan Relatif
Yaitu satu jumlah bilangan yang menyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu. Sedang yang dimaksud dengan distribusi frekuensi relatif adalah suatu jumlah presentase yang dinyatakan banyaknya data pada suatu kelompok tertentu.

Distribusi frekuensi Satuan dan Kumulatif

Distribusi frekuensi satuan adalah frekensi yang menunjukan berapa banyak data pada kelompok tertentu. Contoh-contoh distribusi di atas menunjukan distribusi frekunsi satuan, baik yang numerik maupun relatif. Yang dimaksud dengan distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang menunjukan jumlah frekuensi pada sekelompok nilai tertentu mulai dari kelompok sebelumnya sampai kelompok tersebut.

Histogram adalah penyajian data distribusi frekuensi yang diubah menjadi diagram batang.
Poligon adalah gambar garis yang menghubungkan tengah-tengah tiap sisi atas dari histogram yang berdekatan titik.
Ogive adalah distribusi kumulatif yang diagramnya dalam sumbu tegak dan datar.

DISTRIBUSI FREKUENSI

Contoh soal:
1. Buatlah tabel distribusi frekuensi dari nilai UTS berikut:
    85  90  70  80  50  90  60  80  60  70
    90  85  60  70  75  85  65  70  80  90

Jawab:

1. Langkah pertama adalah menyusun nilai data tersebut sebagai berikut:
    50  60  60  60  65  70  70  70  70  75
    80  80  80  85  85  85  90  90  90  90

2. Kemudian tentukan nilai maksimal dan nilai minimal.
    Nilai maksimal dari data diatas adalah 90, dan nilai minimal adalah 50

3. Lalu carilah range/selisih.
    Rumus:
    Nilai maksimal - nilai minimal
                90         -         50          = 40

4. Carilah kelas.
    Rumus:
    K = 1 + 3,3 . Log n          n : adalah jumlah data, pada soal ini sebanyak 20 data.
        = 1 + 3,3 . Log 20
        = 1 + 3,3 . 1,30
        = 1 + 4,29
        = 5,29 , dibulatkan 6

5. Selanjutnya interval kelas.
    Rumus:
    c = r/k         r : adalah range/selisih, dan k : kelas.
       = 40/6
       = 6,66 , dibulatkan 7

6. Membuat tabel distribusi dari hasil diatas.

 Berikut penjelasan cara pengisian tabel distribusi frekuensi:

1. Pada tabel NO. diisi dari satu sampai enam, maksudnya jumlah kelas sebanyak enam kelas.
2. Pada tabel NILAI, yaitu 50 - 56. Nilai minimal adalah 50 oleh sebab itu dimulai dari anka 50,
    sedangkan nilai 56 diambil dari jarak antara lima puluh sampai lima enam sebanyak 7 spasi
    (maksudnya bila dihitung dimulai dari nilai 50, 51, 52, 53, 54, 55, dan 56).
3. Pada tabel frekuensi, pengisian dengan cara menghitung nilai yang muncul pada nilai data. Dimulai
    dari nilai 50 - 56. Dalam soal ini nilai lima puluh yang yang muncul hanya satu kali yaitu nilai lima
    puluh, oleh karena itu pengisian tabel frekuensi hanya satu saja. Begitu juga pengisian selanjutnya.

 " Cara pengecekan untuk mengetahui kebenaran dari pengisian tabel FREKUENSI yaitu dengan cara
    menjumlahkan semua nilai FREKUENSI. Bila hasil penjumlahan sama dengan jumlah n (sigma n),
    maka pengisian sudah benar ".

4. Kemudian pengisian pada tabel FREKUENSI RELATIF (FR):
    Rumus:
    FR = F1/n . 100
          = 1/20 . 100
          = 5 , anhka ini dimasukkan ke dalam tabel . Begitu juga seterusnya.

5. Selanjutnya FREKUENSI KUMULATIF kurang dari (FR kurang dari):
    Untuk pengisian kali pertama, nilai pada baris pertama dari FREKUENSI yang diambil. Dalam tabel
    ini adalah angka satu (1). Kemudian pengisian pada baris kedua:

    Rumus:
    FR kurang dari = FREKUENSI pertama + Frekuensi ke-dua
                             =                 1                  +            3               = 4
    Hasil penjumlahan baris ke-satu dan ke-dua dimasukkan kedalam tabel. Kemudian angka/nilai dari
    baris ke-dua tadi dijumlahkan lagi dengan angka/nilai FREKUENSI (FR), dalam tabel ini adalah
    angka lima (5). Kemudian hasil penjumlahannya dimasukkan pada tabel FREKUENSI KUMULATIF
    kurang dari (FR kurang dari).

 " Gunakan rumus tersebut untuk pengisian baris selanjutnya sampai selesai ".

6. Pengisian tabel FREKUENSI lebih dar (FR lebih dari):
    1. Untuk pengisian pertama, Nilai yang diambil adalah jumlah data (sigma n). Dalam soal ini
        sebanyak 20 data, jadi pengisian pada baris pertama adalah 20.
    2. Lalu pengisian pada baris ke-dua:
        Rumus:
        FK lebih dari - nilai FREKUENSI
                  20        -        3                       = 17 , nilai ini dimasukkan kedalam tabel pada baris ke-dua.
    3. Selanjutnya pengisian pada baris ke-tiga:
        Gunakan rumus yang sama, namun nilai FK lebih dari yang diambil adalah baris kedua yaitu 17,
        sedangkan nilai/anka 5 diambil dari tabel FREKUENSI pada baris ketiga.
                  17        -        5                       = 12
        Hasil pengurangan ini dimasukkan kedalam baris ketiga. Begitujuga dengan  seterusnya.

7. Membuat diagram/grafik dari data yang diperoleh (biasanya berpatokan dari tabel)
    1. Gunakan rumus:
        Nilai FREKUENSI pada baris pertama ditambahkan dengan nilai yang paling mendekati
        FREKUENSI itu sendiri, Dalam tabel ini adalah 49.
        Nilai FREKUENSI (baris pertama) + nilai FREKUENSI (yang paling mendekati)
                                                         50    +   49/2
                                                                99/2
                                                                49,5
8. Kemudian gunakan rumus yang sama untuk baris yang kedua.
                                                         57   +   56/2
                                                               113/2
                                                                56,5
9. Lakukan rumus yang sama sampai selesai, Bila perhitungan dilakukan dengan benar, maka hasil yang
    diperoleh adalah:
    49,5   56,5   63,5   70,5   77,5   84,5
  " Dari hasil perhitungan tersebut dibuat diagram/grafik "

   1. GRAFIK HISTOGRAM
" Angka satu sampai tujuh diambil dari tabel FREKUENSI (F) ".

   2. DIAGRAM POLIGON
   3. GRAFIK OGIVE
   4. DIAGRAM LINGKARAN(bentuk persentase)
                       
" Spesial trims buat teman2 yang dengan sabar meluangkan waktu guna penjelasan materi yang terkait "

DASAR2_TEKNIK_TRANSPORTASI (sem. 2)

PERTEMUAN III

MATERI :
1. SISTEM TRANSPORTASI
2. SISTRANAS (Sistem Transportasi Nasional)
3. JARINGAN TRANSPORTASI
4. TRANSPORTASI PERTOKOAN

1. SISTEM TRANSPORTASI

Definisi:
Ketertarikan dan keterampilan antara berbagai variabel dalam suatu kegiatan pemindahan penumpang.

Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dinegara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri terbagi tiga bagian yaitu: Transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibanding dengan alat transportasi lainnya.

MAKSUD DAN TUJUAN:

Mengatur dan mengkoordinasi pergerakan penumpang dan barang yang bertujuan untuk memberikan optimalisasi proses pergerakan tersebut.


SISTEM TRANSPORTASI MELIPUTI DUA ASPEK:
1. SARANA (moda/jenis angkutan) 
2. PRASARANA


1. SARANA
    Berhubungan dengan jenis/piranti yang digunakan dalam hal pergerakan manusia dan barang seperti:
    1. Mobil
    2. Bis
    3. Motor
    4. Sepeda
    5. Becak
    6. Kereta api
Sarana berhubungan dengan wadah atau alat lain yang digunakan untuk mendukung sarana yang disebut prasarana.

2. PRASARANA

1. Jalan
2. Rel kereta api
3. Pelabuhan
4. Bandara

UNSUR POKOK SISTEM TRANSPORTASI:
1. Orang yang membutuhkan
2. Barang yang dibutuhkan
3. Kendaraan sebagai alat angkut
4. Jalan sebagai prasarana angkutan
5. Organisasi yaitu pengelola angkutan

JENIS SARANA ATAU MODA ANGKUTAN:

1. Udara
    Sarana: Pesawat.
    Prasarana: Bandara ()terminal), lapangan (runway), taxiway, dll.

2. Air
    Sarana: Kapal.
    Prasarana: Dermaga atau Pelabuhan, , danau, sungai, dan ASDP.


3. Darat
    1. Jalan raya:
        Sarana: Bis, mobil, motor, sepeda dll.
        Prasarana: Jalan raya, jembatan, halte, rambu, flight over dll.

    2. Jalan rel:
        Sarana: Kereta api.
        Prasarana: Rel kereta api, jembatan rel, stasiun, rambu/marka, flight over, terowongan, dll.

    3. Lain-lain:
        Sarana: Kabel, pipa, Drainase, dll.
        Prasarana: Bawah tanah, dll.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PEMILIHAN MODA ANGKUTAN:
1. Karakteristik pelaku perjalanan (the characteristic of trip maker):
    a. Pemilihan kendaraan
    b. Pendapatan
    c. Tingkat sosial

2. Karakteristik perjalanan (the characteristic of trip):
    a. Tujuan
    b. Waktu
    c. Jarak

3. Karakteristik fasilitas transportasi:
    a. Secara kuantitatif
        Waktu tunggu, waktu untuk mengakses moda transportasi lain, tarif, kesediaan tempat.

    b. Secara kualitatif
        Kenyamanan, kepercayaan, dan keamanan.


HUBUNGAN DENGAN CABANG ILMU LAIN

1. EKONOMI
    Berhubungan dengan proses dan analisis perhitungan mamfaat dan biaya (cost and benefit)
    Biaya:
    Adanya pembangunan, dan pemeliharaan.
    Mamfaat:
    Adanya pengurangan Biaya Operasi Kendaraan (BOK), pengurangan waktu perjalanan, pengurangan kecelakaan, penambahan kenyamanam, peningkatan produksi daerah, pengurangan biaya transportasi barang, dan mamfaat akibat kenaikan nilai jual lahan.

2. PNALOGI
    Berhubungan dengan pertumbuhan kota, fasilitas umum, puasat-pusat kegiatan, daerah industri dan
    pariwisata.
      
3. SOSIAL POLITIK
    Sosial:
    Konektivitas antar daerah.

PERTEMUAN IV

Orang/barang memerlukan sarana transportasi untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.


PENDUKUNG PRASARANA
1. EKONOMI
2. ARSITEK
3. LINGKUNGAN
4. KEAMANAN DAN KENYAMANAN
    Dari kedua tersebut didapat keselamatan/selamat.
5. LISTRIK .ELEKTRIK
6. MESIN
7. BAHAN BAKAR

TEKNIK SIPIL DALAM JALAN RAYA 

1. HIGHTWAY ENGEENERING DAN TRAFFIC ENGEENERING 
    Untuk mendisain hightway kita perlu mengetahui traffic engeenering
    Maksudnya adalah kita perlu mengetahui kendaraan apasaja yang akan melewatinya.

2. FISIK HIGHTWAY:
    a. Geometik jalan
        1. Aliran horizontal : Jalan dilihat dari atas
            Kaitan:
            1. Lebar jalan
            2. Lengkung jalan (radius lingkaran), dengan tujuan untuk menghitung krndaraan apasaja yang bisa
                melewatinya.

    b. Strktur jalan

  

PERTEMUAN V

 TRANSPORTASI UDARA

1. KEUNGGULAN TRANSPORTASI UDARA
    a. Cepat
    b. Nyaman
    c. Aman
        1. Keseragaman
        2. Jalur tidak akan terjadi tabrakan (karena beda ketinggian bila bertemu pada titik yang sama)
        3. Kontrol (terkontrol dengan ketat)
    d. Jarak tempuh
  
2. KEKURANGAN
    a. Biaya relatif tinggi
    b. Aksesbilitas terbatas
    c. Operasionala lebih sulit (aturan internasional yang harus diikuti)
    d. Kapasitas terbatas (sedang sampai kecil)
    e. Operasional (dipengaruhi oleh cuaca)

" Cuaca juga dapat dipengaruhi oleh diasin awal pada jalur take off/ land in

3. JENIS PENERBANGAN

1. Penerbangan komersial (jadwal tetap)
2. Penerbangan tidak komersial

PERTEMUAN VI

SISTEM TRANSPORTASI JALAN DARAT

I. JALAN RAYA
1. Transportasi jalan raya
2.  Transportasi jalan rel
3. Transportasi jalan pipa (terutama barang)
4. Transportasi jalan kabel/gantung (terutama barang)
5. Transportasi jalan sabuk gerak/belt continue (terutama barang)

II. KARAKTERISTIK DAN KEUNGGULA SUB SISTEM TRANSPORTASI JALAN RAYA.
     1. Door to door service (dari awal ke tujuan)
     2. Memberi kebebasan yang tinggi pada pengguna
     3. mudah dikembangkan
     4. Dapat membuka dan membangkitkan wilayah
     5. Dapat menaikkan nilai lahan/tanah
     6. Dapat berfungsi melindungi suatu kawasan/kota, arteri, outer, bypass, dll

III. SEJARAH TRANSPORTASI JALAN RAYA
      Dimulai dari tangan dan punggung, kemudian hewan (kuda, unta, gajah, keledai, dll). Setelah
      beberapa dekade berkembang teknologi roda yaitu kereta kuda dengan tenaga hewan/manusia. Seiring
      perkembangan zaman dikembangkannya teknologi otomotif, metal, elektrot, informatika yaitu
      kendaraan bermotor lokomotif

PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT
1. Departemen PU
2. Departemen Perhubungan
3. Departemen Dalam negri
4. Departemen Hankam
5. Departemen Keuangan

PELAKSANA TEKNIS
1. Binamarga (PU)
2. DLLAJR
3. Polisi lal lintas
4. Perusahaan angkutan


"Perlu sistem dan organisasi yang baik untuk menangani masalah ini".

IV.  PENUMPANG TRANSPORTASI JALAN RAYA
       1. Angkutan orang
       2. Angkutan barang

a. Angkutan pribadi (private transport)
   1. Bebas menentukan lintasan/rute
   2. Mobilitas gerakan tinggi, sehingga aktifitas gerakan lebih besar
   3. Bisa dilakukan dengan maupun tanpa motor (pejalan kaki/pedestrian, sepeda, gerobak, dll)

b. Pejalan kaki
    1. Bentuk kegiatan transportasi yang paling sederhana (kita semua adalah pejalan kaki)
    2. Jangkauan terbatas